Skip to main content

Sejarah

1. Latar Belakang Pembentukan.

Sejarah kelahiran Menarhanud-1/F tidak dapat dipisahkan dari sejarah pertumbuhan Satuan Arhanud (semula dikenal dengan sebutan ARSU sebelum tahun 1965) yang telah ada sebelum Menarhanud-1/F terbentuk.   Dilihat dari sejarah pertumbuhan satuan-satuan tersebut, dapat diketahui bahwa Menarhanud-1/F dibentuk melalui beberapa proses sesuai dengan perkembangan situasi dan kondisi saat itu.

Yonarhanudse-6 berasal dari Yon Kuning dan Yonarhanudse-10 berasal dari Yon Biru yang berkedudukan di PUSLATSAT Yosowilangun/Lumajang. Kedua Batalyon tersebut ditetapkan organik dan administratif Kodam Jaya terhitung mulai tanggal 1 Desember 1962. Berdasarkan Surat Perintah Nomor Sprin/114-2/1963 tanggal 14 Pebruari 1963, kedua Batalyon tersebut dipindahkan dari Yosowilangun/Lumajang ke Tanjung Priok Jakarta. Sedangkan untuk Yonarhanudri-1, Stasiun Radar Angkatan Darat 051 dan 054 sejak terbentuknya sudah berada di Jakarta. 

Satuan-satuan tersebut dibentuk dalam rangkaian perwujudan rencana pembangunan 8 tahun Angkatan Darat, khususnya pembangunan Komando Pertahanan Udara Angkatan Darat.  Selanjutnya kelima satuan tersebut disusun dalan suatu wadah untuk mengawali pembentukan Brighanud-1 (sekarang Resimen Arhanud-1/Faletehan).

Berdasarkan Surat Perintah Pangdam II/Bukit Barisan Nomor: Prin/ 0104 / 02 / 1968 tanggal 15 Februari 1968 dibentuknya Resimen Arhanud 4 yang membawahi Yonarhanudse 11 dan Yonarhanudse 12, kemudian pada bulan November 1978 Yonarhanudse 12 dilikuidasi sehingga Batalyon Arhanudse 11 menjadi Berdiri Sendiri (BS) dan berdasarkan Surat Perintah Pangdam I/Bukit Barisan Nomor: Sprin/ 64 / II / 2018 tanggal 15 Februari 2018 Batalyon Arhanudse 11/BS secara resmi berganti nama menjadi Batalyon Arhanud 11/WBY hingga sekarang.

2. Pemrakarsaan.

Berdasarkan Surat Keputusan Pangdam V/Jaya Nomor Kep-3/8/1966 tanggal 9 Agustus 1966 diresmikanlah Brigade Pertahanan Udara-1 yang disingkat “BRIGHANUD-1” pada tanggal 13 Agustus 1966, dan tanggal inilah yang dikemudian dinyatakan sebagai Hari Jadi Resimen Artileri Pertahanan Udara-1/Faletehan Dam Jaya.

3. Proses Pembentukan.

a. Perubahan Nama Satuan.

Berdasarkan Radiogram Danpusarhanud Nomor TR/145/1968 tanggal 23-3-1968 maka sebutan Brigade Pertahanan Udara beserta unsur tempurnya dirubah menjadi :

1)  Brigade  Pertahanan  Udara-1 dirubah  menjadi Resimen  Artileri Pertahanan Udara-1 yang disingkat dengan sebutan MENARHANUD-1.

2) Batalyon Pertahanan Udara Ringan-1 dirubah menjadi Batalyon Artileri Pertahanan Udara Ringan-1 yang disingkat dengan sebutan YONARHANUDRI-1.

3)  Batalyon Pertahanan Udara Sedang-6 dirubah menjadi Batalyon Artileri Pertahanan Udara Sedang-6 yang disingkat dengan sebutan YONARHANUDSE-6.

4) Batalyon Pertahanan Udara Sedang-10 dirubah menjadi menjadi Batalyon Artileri Pertahanan Udara Sedang-10 yang disingkat dengan sebutan YONARHANUDSE-10.

5) Stadarat-051 dan Stadarat-054 digabung menjadi Detasemen Radar- 01 dengan Komandannya Kapten Art Kusnaedi.

b. Susunan Pejabat teras Brighanud-1 pada saat itu adalah sebagai berikut :

  1. Danbrighanud-1  : Letkol Art S. Kadi (pangkat terakhir Brigjen TNI).
  2. Danyonarhanudri-1    : Kapten Art Wahyudi (diberhentikan).

3) Danyonarhanudse-6 : Letkol Art Iskandar (pangkat terakhir Kolonel).

  1. Danyonarhanudse-10 : Mayor Art Budiman (pangkat terakhir Kolonel).
  2. Danstradarat           :  Letda   Art  E.   Kusnaedi   (pangkat   terakhir Kolonel)
  1. Penerimaan lambang satuan

Tahun 1969 merupakan tahun penting dalam sejarah satuan Menarhanud-1, karena pada saat ini berdasarkan Surat Keputusan Pangdam V/Jaya Nomor  Skep/174-3/IX/1969 tanggal 10 September 1969, satuan-satuan Menarhanud-1 menerima lambang satuan sebagai berikut :

  1. Menarhanud-1 menerima :

Dhuaja ”RAKCA BHUANA YAKCA”
E:\DATA POKOK\LOGO SATUAN JAJARAN MENARH\Menarhanud.JPG

  1. Yonarhanudri-1 menerima :

Tunggul “PURNA BAJRA CAKTI”
E:\DATA LAIN\LOGO SAT\foto\Jajaran arhanud\04_yon1.png

  1. Yonarhanudse-6 menerima :

Tunggul “BALADIKA AKASA YUDHA”
E:\DATA POKOK\LOGO SATUAN JAJARAN MENARH\RangkokBLACK.jpg

  1. Yonarhanudse-10 menerima :

Tunggul ”AGNI BHUANA CAKTI”
E:\DATA POKOK\LOGO SATUAN JAJARAN MENARH\Gagak Hitam.JPG

  Penerimaan lambang-lambang satuan ini dilaksanakan dalam Upacara Militer di Lapangan Parkir Timur Senayan dan bertindak selaku Inspektur Upacara adalah Pangdam V/Jaya Mayjen TNI Makmum Murod.

  1. Pemindahan Kesatrian Yonarhanudri-1.

Berdasarkan Surat Telegram Pangdam V/Jaya Nomor ST/119-4/ III/1973 tanggal 28 Maret 1973, Ksatrian Yonarhanudri-1 dipindahkan dari Jl. Mangunsarkoro-16 Jakarta Pusat Ke Bintaro Jakarta Selatan dengan telah diresmikannya asrama Bintaro oleh Kasad Letnan Jendral TNI Surono Pada Tanggal 11 April 1973, Maka Yonarhanud-1 menjadi penghuni asrama Militer Bintaro.

e. Regrouping Yonarhanudse-10.

Sesuai Renstra Hankam 1975-1978 dan konsep Pembangunan Kekuatan  TNI-AD 1974-1976 maka pada tanggal 2 April 1975 telah dimulai Regrouping  Yonarhanudse-10. 

f. Pembekuan Denradar-01.

Berdasarkan Surat Keputusan Pangdam V/Jaya Nomor Skep/1-2/I/1977 tanggal 02 Januari 1977 maka  Detasemen Radar-01 dibekukan dan bekas personel Denradar tersebut dimanfaatkan untuk mengisi kekuatan satuan Menarhanud-1, sedangkan material diserahkan ke Komat Kologdam V/Jaya. 

g. Alih Status Yonarhanudri-1.

1)   Berdasarkan Surat Perintah Pangdam V/Jaya Nomor Sprin/180- 3/III/1978 tanggal 7 Maret 1978 maka Yonarhanudri-1 dialih statuskan dari organik Kodam V/Jaya ke dalam organik Kostrad. Upacara alih status dilaksanakan di lapangan Upacara Kodam V/Jaya pada tanggal 9 Maret 1978 dengan Inspektur Upacara Deputi KASAD Letjen TNI Poniman. 

2) Dengan alih statusnya Yonarhanudri-1 ditambah dengan pembekuan Denradar-01, maka satuan yang berada di jajaran Menarhanud-1/Faletehan adalah :

  1. Markas Resimen Artileri Pertahanan Udara-1 (Mamenarhanud-1).
  2. Batalyon Artileri Pertahanan Udara Sedang-6 (Yonarhanudse-6).
  3. Batalyon Artileri Pertahanan Udara Sedang-10 (Yonarhanudse-10).

d) Pembentukan Denarhanud Rudal-003.

3) Berdasarkan Surat Keputusan Kasad Nomor Skep/47/II/1989 tanggal 3 Pebruari 1989 tentang berdirinya Denarhanud Rudal-003 organik ke dalam jajaran Menarhanud-1/Faletehan.

4) Berdasarkan Surat Keputusan Pangdam Jaya Nomor Skep/53-2/II/1989 tanggal 27 Maret 1989 tentang berdirinya Denarhanud Rudal-003 organik ke dalam jajaran Menarhanud-1/Faletehan.  

5) Peresmian berdirinya Denarhanud Rudal-003 dilaksanakan pada tanggal 2 Pebruari 1989 bertempat di Lapangan Upacara Denarhanud Rudal- 003 dengan Inspektur Upacara Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Edi Sudrajat. Pejabat Denarhanud Rudal 003 pertama adalah Mayor Art Anshory Tadjudin.

6) Denarhanud Rudal-003 menerima :

Tunggul ”AKACA RAKCA KSATRIA”

h. Redislokasi Markas Resimen Arhanud-1/Faletehan.

1) Berdasarkan Surat Perintah Pangdam Jaya Nomor Sprin/1440- 4/VII/2004 tanggal 14 Juli 2004 tentang redislokasi Markas Resimen Arhanud- 1/Faletehan dari Jl. Lagoa Kanal, Tanjung Priok Jakarta Utara ke Jl. Raya Pondok Betung, Kelurahan Pesanggrahan, Kecamatan Pesanggrahan Jakarta Selatan ( Eks. Markas Baterai C Yonarmed-7 105/GS Dam Jaya.).

2) Dengan diresmikannya Markas Resimen Arhanud-1/Faletehan oleh Pangdam Jaya Mayor Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo pada tanggal 5 April 2005, maka Markas Resimen Arhanud-1/Faletehan secara keseluruhan telah berpindah ke Jl. Raya Pondok Betung, Kelurahan Pesanggrahan, Kecamatan Pesanggrahan Jakarta Selatan.
H:\ \Foto Scan\IMG_0006.jpg

4. Kondisi Awal

Diawal pembentukannya Kesatuan ini membawahi :

  1. Batalyon Pertahanan Udara Ringan-1.
  2. Batalyon Pertahanan Udara Sedang-6.
  3. Batalyon Pertahanan Udara Sedang-10.

d. Stasiun Radar Angkatan Darat-051.

e. Stasiun Radar Angkatan Darat-054.

Dislokasi Brighanud-1 beserta satuan bawahannya pada saat itu adalah :

  1. Mabrighanud-1 : Jl. Lagoa Kanal Tanjung Priok Jakarta Utara 
  2. Yonhanudri-1 : Jl. Mangun Sangkoro, Jakarta Barat kemudian dipindahkan ke Bintaro – Jakarta Selatan.
  3. Yonhanudse-6 : Jl. Lagoa Kanal Tanjung Priok –Jakarta Utara.  
  4. Yonhanudse-10 : Jl. Lagoa Kanal Tanjung Priok Jakarta Utara Kemudian di pindahkan Ke Bintaro Jakarta  Selatan.
  5. Stadarat-051 : Lapangan Udara Halim Perdana Kusuma.
  6. Stadarat-054 : Lapangan Udara Halim Perdana Kusuma.